stolen dream

mei di timur jakarta. bulan pucat. perempuan itu tak menangis karena sudah habis air mata. dia hanya tak mengerti kenapa harus kehilangan mimpi. setaun ini, mimpi itulah yang meredam gelisahnya, membuatnya ingin tak segera mati. dan pagi ini, masih tanpa tangis, perempuan itu diam menikmati dukanya, mengingat-ingat semua yang manis setaun ini. mimpi yang membahagiakan tapi malam tadi seolah tercerabut begitu saja. seseorang mengambilnya tanpa permisi.

mimpi yang tercuri.

Advertisements

6 Responses to “stolen dream”

  1. hi salam kenal.
    hidup terus berjalan, raih mimpi lain yang masih bisa. πŸ™‚

  2. halo, thanks for visiting ya.
    happy blogging πŸ™‚

  3. sekotaksereal Says:

    hi there,

    lagi blogwalking dan nemuin blog ini. salam kenal

    bolehlah berkunjung balik

  4. hai, salam kenal juga, sphere… konon menangis itu sehat. ngeblog juga bisa jadi pengganti tetesan air mata lho πŸ˜‰

  5. hanya mimpi….
    bahkan dunia ini dan kehidupannya bak mimpi
    begitu katanya ketika manusia dibangkitkan setelah mati
    bahwa kehidupannya di dunia bak mimpi
    dan kini ia tengah menghadapi kehidupan yang pasti
    hakiki
    bukan mimpi

  6. Kasian juga ya…. malang nian nasibnya hikss
    Tp kita hrs ikhlas karena semua itu sudh harus gitu kejadiannya…..sudah di atur ma YAng Maha Tahu…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: