mei di timur jakarta. bulan pucat. perempuan itu tak menangis karena sudah habis air mata. dia hanya tak mengerti kenapa harus kehilangan mimpi. setaun ini, mimpi itulah yang meredam gelisahnya, membuatnya ingin tak segera mati. dan pagi ini, masih tanpa tangis, perempuan itu diam menikmati dukanya, mengingat-ingat semua yang manis setaun ini. mimpi yang membahagiakan tapi malam tadi seolah tercerabut begitu saja. seseorang mengambilnya tanpa permisi.
mimpi yang tercuri.